‘perempuan hanya untuk ditiduri….’
(bisik2 dua makhluk berjenis kelamin laki2 di pojok kantor sambil melihat2 entah apa di layar komputer)
saya: hayo2 bisik2 apakah disana? (intonasi normal)
dia: ‘salah sendiri denger…’ (intonasi menyebalkan)
saya: ‘makanya klo ngomong jangan sampe aq denger..’ (intonasi balas menyerang)
dia: ‘salah sendiri punya telinga..’ (intonasi sengak)
saya: ‘salah sendiri punya mulut, jaga dong mulutmu…” (intonasi siap ngamuk)
dia: ………..diam, melanjutkan bisik2
saya: diam, mati2an menekan gejolak amarah, serasa ingin banting meja, kabur sholat
kali ini seperti tersengat listrik, seperti ada guntur yang menyembar nyambar dengan sangat keras,
memekakkan, menyakitkan,
Aku marah,
sangat marah…
apa maksudnya kalimat ‘perempuan yang penting bisa ditiduri’?
Tak ingatkah akan ibu?
Tak tahukah dari rahim siapa kita berasal?
Tak paham kah bahwa syurga ada di telapak kaki ibu?
Ibu adalah perempuan…
Yah, klo memang mencari istri hanya untuk ditiduri, terserah sajalah…
Tapi kepada seluruh perempuan di dunia, saya berpesan, jangan pernah mau menikah dengan laki2 seperti ini…
bagaimana bisa laki2 seperti ini menjadi suami yg baik?
Bagaimana bisa laki2 seperti ini bisa menjadi imam kita?
Bagaimana bisa laki2 seperti ini membawa kita ke syurga?
Bagaimana bisa laki2 seperti ini menjadi ayah untuk anak2 kelak?
Bagaimana bisa laki2 seperti ini dipercaya untuk menhkodai sebuah kapal rumah tangga?
Laki2 seperti ini sungguh menyebalkan (bahasa halus dari kata ‘menjijikkan’!!!)
Saya berdo’a agar Alloh memberikan hidayah pada teman ku yang satu ini…
Ladies, hati2 memilih suami…
Hem….
Oleh: ivanmuhtar on November 1, 2011
at 8:30 am