kata pagi harus begini,
duha telah menulis lirik tak tahu,
sang siang merangsek bilang begitu,
lalu malam diam membisu…
Waktu sendiri menoktah pada detak tiada putus
berada pada derik kesiur umur,
kadang tertunduk, tertawa, menangis, terpingkal,
atau sekedar diam
menikmati lakon lakon berseliweran
di panggung zaman
Kita ini siapa?
di hadapan waktu yang tak pernah habis
di muka umur yang termakan kabut
di dendangan hati yang belepot topeng
dan di keriuhan zaman yang terantuk antuk
tak tahu menulis apa
tak mengerti berceloteh basi
tak sadar serong berjalan
tak paham kenapa harus paham
atau mungkin sekedar mau tak peduli?
hem,
sudahlah
karena kaca2 tak lagi untuk mengaca,
tapi sekedar cara untuk meyakinkan
bahwa telah sempurna lipstik dan maskara kita…
sempurna…