Oleh: tari | Februari 8, 2011

lipstik dan maskara

kata pagi harus begini,

duha telah menulis lirik tak tahu,

sang siang merangsek bilang begitu,

lalu malam diam membisu…

 

Waktu sendiri menoktah pada detak tiada putus

berada pada derik kesiur umur,

kadang tertunduk, tertawa, menangis, terpingkal,

atau sekedar diam

menikmati lakon lakon berseliweran

di panggung zaman

 

Kita ini siapa?

di hadapan waktu yang tak pernah habis

di muka umur yang termakan kabut

di dendangan hati yang belepot topeng

dan di keriuhan zaman yang terantuk antuk

 

tak tahu menulis apa

tak mengerti berceloteh basi

tak sadar serong berjalan

tak paham kenapa harus paham

atau mungkin sekedar mau tak peduli?

 

hem,

sudahlah

karena kaca2 tak lagi untuk mengaca,

tapi sekedar cara untuk meyakinkan

bahwa telah sempurna lipstik dan maskara kita…

sempurna…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.