Oleh: tari | Desember 13, 2011

ck

You’re beautiful

: James Blunt

Bait terakhir……..

You’re beautiful. You’re beautiful.
You’re beautiful, it’s true.
I saw your face in a crowded place,
And I don’t know what to do,
‘Cause I’ll never be with you.
You’re beautiful. You’re beautiful.
You’re beautiful, it’s true.
There must be an angel with a smile on her face,
When she thought up that I should be with you.
But it’s time to face the truth,
I will never be with you.

 

yeah yeah yeah… sedang tidak ingin  membahas tentang terpesonanya seseorang…

hanya saja bukankah perasaan tidak bisa dipaksakan?

Bagaimana caranya menolak sebuah perasaan?

yeah, kalian, perempuan khususnya, yang pernah mengalami keadaan disukai -dalam artian ‘cinta’ , mungkin- dari seseorang yg kita anggap teman, sahabat, pasti tidak menyenangkan…

apalagi ketika hal itu menjadikan hubungan persahabatan tersebut disalahpahami oleh pihak lain…

 

well, kita, perempuan, menjadi bingung bagaimana harus bersikap…
sepenuh hati kita menolak… sekuat apapun berusaha… sesampai stress apapun -sampai membanting2 berapa kursi pun- yang namanya disukai -agrrrrhhhhhhhhh-itu tidak menyenangkan!!!!!

 

Apalagi ketika persahabatan itu akhirnya kandas dengan mengenaskan…

MBUH!!!!!

Oleh: tari | November 21, 2011

just wanna sleep

hidup ini apa?

untuk ku? untuk mu?

 

terkadang ada sunyi…

terkadang ada perih…

bahagia…

tangis…

ketakutan pada episode2 yang tak bisa q kendalikan…

 

 

Aku terbang pada lelangit kemarin,

lalu tak q mengerti dmana ku berpijak esok hari…

 

hidup ini apa?

untuk ku? untuk mu?

 

matahari yang masih mengabarkan musim…

bersama bumi yang berputar takzim…

 

hidup ini apa?

untuk ku? untuk mu?

 

pada keriuhan ini…

ku berhenti pada hening…

yang menetes2 segan,

bersama sisa hujan yang diam…

 

 

_keyboard meja tengah, 21 Nov 2011, Indonesia:Malaysia=1:0, tengkleng_

 

laa yukallifullohu nafsan illa wus’aha… lahaa maa kasabats, wa’alaiha maktasabats

Oleh: tari | Oktober 31, 2011

langit, hujan, dan matahari

Sore ini hujan…
di langit hati mu…
di langit hati ku…
Semoga esok biru cerah semesta…

Bukan karena tak lagi suka hujan,

tapi karena kita tidak bisa memainkannya bersama,

 

Bukan karena lebih menyukai matahari,

hanya saja ku tak mau kau jatuh dan tertatih sendiri…

 

aku menyukai hujan untuk aku dan kau mainkan…

aku menyukai rintik untuk kau dan aku nikmati…

aku menyukai titik air nya untuk kau dan aku bersama syukuri…

 

Dan saat tak ada kau di sini,

dan saat tak ada aku di sana…

Aku memilih matahari untuk menaungi…

Agar hanya ada sinaran dalam rona matamu..

Agar hanya ada senyum dalam kejora bahagiamu…

Agar hanya cinta dalam cemerlang hari2 kita…

ah, cinta…

 

_miss u all_

Oleh: tari | Oktober 31, 2011

perempuan, suatu sore

‘perempuan hanya untuk ditiduri….’

(bisik2 dua makhluk berjenis kelamin laki2 di pojok kantor sambil melihat2 entah apa di layar komputer)

saya: hayo2 bisik2 apakah disana? (intonasi normal)

dia: ‘salah sendiri denger…’ (intonasi menyebalkan)

saya: ‘makanya klo ngomong jangan sampe aq denger..’ (intonasi balas menyerang)

dia: ‘salah sendiri punya telinga..’ (intonasi sengak)

saya: ‘salah sendiri punya mulut, jaga dong mulutmu…” (intonasi siap ngamuk)

dia:  ………..diam, melanjutkan bisik2

saya: diam, mati2an menekan gejolak amarah, serasa ingin banting meja, kabur sholat

 

kali ini seperti tersengat listrik, seperti ada guntur yang menyembar nyambar dengan sangat keras,

memekakkan, menyakitkan,

Aku marah,

sangat marah…

 

apa maksudnya kalimat ‘perempuan yang penting bisa ditiduri’?

 

Tak ingatkah akan ibu?

Tak tahukah dari rahim siapa kita berasal?

Tak paham kah bahwa syurga ada di telapak kaki ibu?

Ibu adalah perempuan…

Yah, klo memang mencari istri hanya untuk ditiduri, terserah sajalah…

Tapi kepada seluruh perempuan di dunia, saya berpesan, jangan pernah mau menikah dengan laki2 seperti ini…

bagaimana bisa laki2 seperti ini menjadi suami yg baik?

Bagaimana bisa laki2 seperti ini bisa menjadi imam kita?

Bagaimana bisa laki2 seperti ini membawa kita ke syurga?

Bagaimana bisa laki2 seperti ini menjadi ayah untuk anak2 kelak?

Bagaimana bisa laki2 seperti ini dipercaya untuk menhkodai sebuah kapal rumah tangga?

Laki2 seperti ini sungguh menyebalkan (bahasa halus dari kata ‘menjijikkan’!!!)

Saya berdo’a agar Alloh memberikan hidayah pada teman ku yang satu ini…

 

Ladies, hati2 memilih suami…

Oleh: tari | Oktober 28, 2011

Lagu Anak dan Umur Jigo ku…

S0re ini, sambil rehat sejenak dari kerjaan,

stel lagunya tasya feat duta yg jangan takut akan gelap ah…

mmmm….

lha kok, senyum2…

 

So, jadilah mendownload i lagu2 anak2 yg lain…

Senang… hehehehehe

 

Yups,

mungkin,

mungkin lho ya,,,

ada efek2 tertentu dari hal2 yg pernah terjadi pada jiwa kita…

seperti trauma karena ketinggian, trauma karena ‘kelelegen’ duri ikan, truma karena pertengkaran orang tua, trauma karena tenggelam di kolam masjid (pengalaman pribadi semua ki, weqeqe), etc etc…

 

begitu pula dengan kebahagiaan…

Ada bekas2 pada jiwa kita terhadap sebuah peristiwa atau pengalaman di masa lalu…

termasuk efek dari musik…

 

kalau saya,

saat mendengar lagu ‘topi saya bundar’

otomatis tangan akan mengikuti gerakan ‘topi’, ‘bundar’, ‘kepala’…

Saat mendengar lagu ‘du di dam’ yg terasa adalah semangat saia, mba ami, dan wicak untuk belajar memasak, a.k.a ngacak2 dapur doang…

Saat mendengar lagu ‘kasih ibu’ akan muncullah sosok ibu ku yg waktu itu belum se sepuh sekarang…

Atau lagu ‘jaranan’, akan teringat masa2 pramuka SD, dimana untuk mulok setiap tim harus menampilkan tarian jaranan…

kalau mendengar lagu “di sini senang di sana senang’ otomatis langsung senyum lebar…

Kalau mendengar lagu ‘pelangi-pelangi’ akan langsung memandang atas,

walopun yg terlihat hanya eternit kantor, hahaiii

 

apapun lah, lagu anak2 membuat suasana mejadi bahagia, senang, senyum, tertawa…

pengen ikut keplok2, tepuk2, gerak2in tangan,

macam bocah SD…

 

……..Tuh kan temen2 kantor dari jaman lagu dakocan sampe tasya pada ikut nyanyi…………

qeqeqe

 

Mungkin saat kecil, jiwa2 masih murni, masih bersih…

jadi ukiran setiap peristiwa akan terekam sampe dewasa…

Baik peristiwa bahagia maupun sedih…

 

Apapun itu,

kadang2, yuk mari ndengerin lagu anak2,

Biarpun usia udah jigo, tapi sah2 aja dunkz muter2 tangan ikutin irama nyanyi…

xixixi anggep ajah memperkaya lagu buat nyanyiin ‘calon anak’

(di luar ngajarin ngaji temtunya, hehehe)

 

Mari sejenak bernyanyi, menari, bahagia….^^

Oleh: tari | Oktober 26, 2011

hujan di kalibata

siang ini hujan…

seperti hari kemarin..

 

Rindu hujan..

suka hujan…

 

teringat saat-saat pulang kuliah bersama Gyas dan Sri Nur,

bermain hujan…

 

hujan, basah, tertawa…

 

berkecipak, bahagia..

 

Atau saat di kost,

sendiri…

bersama novel dan segelas energen kacang hijau…

 

hem… memandangi hujan,

merasakan percik airnya dibawa angin

pada jendela yang ku buka setengah…

 

atau saat kehujanan bersama si biru motor tersayang…

kukendarai pelan2,

diantara manusia2 yg terburu,

aku suka berhujan-hujan…

 

atau saat hati ini kacau…

berlari keluar kost,

lalu berdiam di bawah hujan,

 

kuyup,

sesekali diliati orang2 yg lewat,

aq suka hujan…

 

Atau saat raga ini lelah,

hujan memelukku pada nyaman

mengantarkan pada mimpi

memberikan janji manis esok hari…

 

Q suka hujan…

Seperti q mengagumi puisi…

 

Q suka hujan…

Karena saat kecil q tak akan diijinkan hujan2an…

 

Karena hujan itu  membasuh semua lara dan kehampaan…

gemericiknya, atau derasnya, atau bahkan gelegar yg mengiringinya…

 

Hujan membuat jiwa ini tenang..

memaknai syahdu walau hanya sebentar…

memasuki lorong jiwa yg semakin sunyi walau sering kita tutupi…

 

Hujan melarutkan semua garang dan pongah dunia…

membuatnya takluk dan tunduk…

pada kejujuran limpahan airnya…

 

hanya basah…

 

bumi menjadi tenang…

 

Saat hujan selesai…

 

 

 

_horeeee mas Andi datang…. mari makan2…_

Kalibata, hujan.

Oleh: tari | September 20, 2011

bahagia

Apa kamu bahagia saat ini?

apa aku bahagia saat ini?

…………….niiiittttt……………….

>>>>>>>>>>>loading prosess<<<<<<<<<<<<<<

 

Kebahagiaan itu ada di hati

bukan di logika

 

Bahagia adalh fithrah yang tak bisa dimanipulasi. di but transaksi, apalagi di korupsi…

Bahagia adalah hak prerogatif ,

seperti bahagia saat baca novel dengan segelas teh hangat…

atau kebahagiaan saat disayang seseorang…

atau mungkin kebahagiaan saat menemukan kembali sandal jepit yang dikra hilang…

Bahagia adalah nafas yang membuat indah dunia,

luas samudera,

dan lemasnya kaki ketika memandang semesta lelangit angkasa,

atau, bahagia dengan sekedar menikmati es pisang hijau depan kampus setelah menjemput Tika pulang sekolah…

sambil memandanginya cegar cengir membolak balik halaman TIC dengan wajah2 imut boyband korea,

Hehe… itulah bahagia…

atau entahlah…

 

 

Jadi buat semua, Selamat berbahagia

atau selamat membuat kebahagiaan2 yang menurut anda ‘bahagia’

 

Well, berbahagialah…

 

Well, semua

Oleh: tari | Februari 18, 2011

Ada Yang Hilang

Ada yang hilang

Lewat kata yang terkait sesobek angin

di antara terik, siang ini…

Pada bintang yang membuatku diam terpaku

Pada sang rindang yang selalu menyelimutiku

dari ufuk yang jauh

Ku ucapkan salam perpisahan

walau suara tak kan mampu menyentuh

deru senyummu

Segala yang merupa mungkin kemarin

Semua yang berolah tanya pada kecipak malam dingin

berhenti pada titik

yang tak seorang pun mengerti,

yang tak seorang pun mengetahui

Bukan sedih,

hanya kehilangan

Bukan cinta,

hanya ego tentang keakuan

Tetap saja,

ada puzzle hati yang menghilang

ada cerita yang harus cukup

untuk sekedar menjadi kenangan…

_TBS, 18 Feb 2011, mencari kontrakan_

Oleh: tari | Februari 8, 2011

lipstik dan maskara

kata pagi harus begini,

duha telah menulis lirik tak tahu,

sang siang merangsek bilang begitu,

lalu malam diam membisu…

 

Waktu sendiri menoktah pada detak tiada putus

berada pada derik kesiur umur,

kadang tertunduk, tertawa, menangis, terpingkal,

atau sekedar diam

menikmati lakon lakon berseliweran

di panggung zaman

 

Kita ini siapa?

di hadapan waktu yang tak pernah habis

di muka umur yang termakan kabut

di dendangan hati yang belepot topeng

dan di keriuhan zaman yang terantuk antuk

 

tak tahu menulis apa

tak mengerti berceloteh basi

tak sadar serong berjalan

tak paham kenapa harus paham

atau mungkin sekedar mau tak peduli?

 

hem,

sudahlah

karena kaca2 tak lagi untuk mengaca,

tapi sekedar cara untuk meyakinkan

bahwa telah sempurna lipstik dan maskara kita…

sempurna…

Oleh: tari | Desember 7, 2010

Lelayang dan bintang

Bintang,
tak ada bintang
pada langit kelam
ujung hari2

bintang, bintang
aq lelayang
terbang melintas awan
di ceruk2 padang rumput alang2
di embun2 edel keheningan
lalu pada bentangan samudera kesahajaan

bintang, bintang,
ingin q ceritakan segala p’jalanan
pada secangkir tèh di sela hujan
tentang keriangan
juga,
q bisikkan catatan hati
pelan2, diam2

bintang,
aq lelayang
bukan mawar yg dulu menangkupkan sajak pada sinar malam

bintang,
ada saat dimana hati q berombak terguncang
menatap matahari di terik siang
aq takluk.

Ah bintang,
bagaimana kini aq harus membahasakan,
tembang2 kematian
sedangkan vokal dan konsonan bersembunyi
menghilang,
pada kalimat2 yg tercerai
air mata yg kasihan.

Bintang,
kini aq adalah lelayang
dg smw rasa sekarang dan kenangan

bintang, bintang, bintang,
tetaplan mjd bintang,
yg tak p’nah bs terjangkau
aq, yg lelayang.

…..Pesan untuk buku yg q ku minta dan tak q kembalikan…..

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.